Invisible Man: An Unsettling Terror

Image result for invisible man
imdb.com

Invisible Man dalam adaptasi kontemporer sudah beberapa kali berhasil masuk ke layar sinema. Adaptasi invisible man kali ini berputar pada tema abusive relationship yang dialami tokoh Cecilia dan Griffin. Griffin digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan dominan dalam hubungan. Griffin memiliki kekuatan memanipulasi Cecilia selama hubungan yang mengharuskan Cecilia untuk mengikuti kemauan Griffin. Pola hubungan ini akhirnya membuat Cecilia memutuskan untuk kabur, namun kekuatan manipulasi Griffin mampu memberikan dampak buruk kepada Cecilia. Bahkan setelah kematian Griffin, Cecilia masih tidak merasa nyaman. Dalam penggambaran karakter, Elisabeth Moss yang memerankan Cecilia berhasil meyakinkan penonton bahwa Cecilia masih dihantui pasangan yang mampu mempengaruhi bahkan mengatur pikirannya. Griffin yang pada sebagian besar bagiannya berperan sebagai invisible man juga mampu memanipulasi orang-orang di sekitar Cecilia untuk tidak mempercayai Cecilia dengan berbagai trik. Tentu tanpa mengetahui rahasia terbesar baju optik penemuan Griffin, penonton bahkan akan mempercayai bahwa sebenarnya ketakutan dan trauma yang dialami Cecilia bisa jadi menghasilkan serangkaian halusinasi yang berdampak pada tingkah lakunya. Serangkaian penjelasan logis yang coba dijelaskan Cecilia juga sukses membuat suasana lebih mencekam jika dilihat dari perspektif orang-orang yang tidak mengetahui perilaku Griffin yang control-freak. Atau mungkin mereka memang tahu Griffin sangat dominan terhadap Cecilia, namun perilaku Cecilia di mata karakter lain dianggap paranoid.

Di mata tokoh lainnya, setelah kematian Griffin tentu tidak ada penjelasan yang cukup logis dari serangkaian tingkah laku dan perbuatan Cecilia yang tidak masuk akal. Namun, hal yang membuat Invisible Man cukup menjual adalah pembangunan karakter dan jalan cerita yang cukup baik dan karakter utama yang convincing. Moss berhasil memperlihatkan sosok yang selama ini terjebak dan tidak bisa melakukan apa-apa. Ketakutan Moss telah tergambar sejak awal babak film ketika karakter yang ia perankan tidak berani keluar dari rumah untuk memeriksa kotak surat. Ketika sampai di pertengahan film, plot yang ditawarkan berhasil membuat penonton merasa jengkel atas keapesan yang terjadi pada Cecilia hingga mencapai puncak pada kasus kematian adiknya. Beberapa karakter tokoh juga akhirnya terungkap termasuk ketika adik Griffin yang juga berperan sebagai pengacaranya melakukan dialog dengan Cecilia. Ending yang diberikan juga memuaskan dengan "kemenangan Cecilia" atas Griffin yang berhasil mengelabui orang lain dengan mengambinghitamkan adiknya. Beberapa adegan yang berusaha mendramatisir film adalah ketika Cecilia keluar dari rumah tanpa perasaan panik karena merasa menang atas Griffin. Sesuatu, yang menurut penulis, cukup ceroboh mengingat seseorang baru saja "mati". Belum lagi adegan-adegan ketika "invisible man" berhasil menguntit Cecilia hingga mengikutinya selama berada di rumah tanpa bersuara, sementara ketika adegan semakin intens, derit bunyi lantai bahkan derap langkah invisible man terdengar cukup keras. Padahal, di beberapa adegan awal, hanya ada Cecilia dan invisible man dalam satu ruangan. Mungkin suite yang digunakan Griffin bisa kedap suara dan lembut pada bagian kaki? Namun, detail-detail kecil seperti itu tidak terlalu berpengaruh pada plot film yang menurut penulis sudah sangat bagus.

Comments